Banten

Skandal Terbesar Sepak Bola Inggris: Dituduh Curang Sembilan Musim, Manajemen Man City Pilih Bungkam Saat Dicecar Jurnalis

Abdurahman | 18 Oktober 2026, 05:56 WIB
Skandal Terbesar Sepak Bola Inggris: Dituduh Curang Sembilan Musim, Manajemen Man City Pilih Bungkam Saat Dicecar Jurnalis
TEGANG-Ilustrasi figur CEO Ferran Soriano jajaran direksi klub yang berjalan dengan ekspresi tegang di tengah kepungan mikrofon jurnalis (dok Ist)

AKURAT BANTEN— Panggung sepak bola modern Eropa kembali terguncang hebat. Manchester City, klub raksasa yang mendominasi panggung Liga Premier Inggris dalam satu dekade terakhir, kini berada di titik nadir reputasinya usai resmi dihantam 115 tuduhan pelanggaran aturan finansial.

Investigasi mendalam yang dilakukan oleh otoritas Liga Premier mengungkap fakta mengejutkan: The Citizens diduga kuat melakukan rekayasa laporan keuangan secara sistematis selama hampir sembilan musim berturut-turut,.

Tuduhan tak main-main ini mencakup manipulasi alokasi dana internal, penggelembungan nilai sponsor secara abnormal, hingga pembukuan "kontrak palsu" yang dirancang untuk mengelabui regulasi Financial Fair Play (FFP),.

Baca Juga: Alhamdulillah Akhirnya! Tunjangan Profesi Guru Non-ASN Mulai Disalurkan, Kapan Dana Masuk Rekening?

Momen Tegang: Petinggi Klub Membisu di Hadapan Awak Media

Di tengah pusaran krisis hukum terbesar dalam sejarah Liga Inggris ini, sikap dingin justru ditunjukkan oleh manajemen tertinggi Manchester City. CEO Manchester City, Ferran Soriano, terlihat enggan memberikan penjelasan transparan saat diberondong pertanyaan menohok dari awak media.

Dilemma etis dan moral sepak bola langsung dilayangkan oleh para jurnalis yang mencegat petinggi klub tersebut di area publik.

Liga Premier telah mengonfirmasi bahwa Anda melakukan kecurangan selama hampir satu dekade. Apakah Anda tidak ingin meminta maaf kepada para penggemar sepak bola di seluruh dunia? seru seorang jurnalis dengan nada tegas.

Alih-alih memberikan argumentasi balasan atau kepastian hukum, Soriano hanya melontarkan respons singkat dengan wajah datar sebelum bergegas pergi.

Saya tidak punya apa-apa untuk dikatakan. Terima kasih, tutur Soriano singkat seraya menyela kejaran pertanyaan wartawan.

Baca Juga: Yarmolyuk Menanduk Jacquet di Kotak Penalti, Kok Liverpool Malah Tak Dapat Penalti? Ini Aturannya!

Tudingan Kontrak Palsu dan Mitos Kejayaan

Keberhasilan luar biasa Manchester City yang merengkuh berbagai trofi domestik hingga Liga Champions kini berada di bawah bayang-bayang legitimasi moral. Publik dan pakar hukum olahraga mulai mempertanyakan apakah dinasti emas yang dibangun Pep Guardiola dan manajemen klub murni hasil kerja keras di lapangan, ataukah produk dari manipulasi anggaran di balik meja.

Atmosfer ketegangan semakin memuncak tatkala awak media terus mendesak pimpinan klub mengenai tuduhan manipulasi kontrak pemain dan pelatih.

Apakah seluruh kejayaan ini hanyalah kontrak palsu seperti yang dituduhkan Liga Premier? Apakah klub ini adalah klub rekayasa? Apakah Anda sedang merusak nilai-nilai sepak bola? cecar wartawan tanpa henti,.

Saya sudah bilang, terima kasih, potong Soriano sekali lagi, menegaskan sikap bungkam jajaran manajemen di tengah sorotan publik global.

Baca Juga: Chelsea Ketar-ketir Tanpa Reece James, 3 Gelandang Ini Masuk Radar Xabi Alonso untuk Januari 2027

Ancaman Sanksi Mematikan: Pengurangan Poin hingga Pencoretan dari Liga

Saat ini, sidang dengar pendapat tertutup (private hearing) masih terus bergulir untuk menentukan nasib akhir sang juara bertahan. Meskipun pihak klub menyatakan bakal menempuh jalur banding, ancaman sanksi yang membayang di depan mata berpotensi menghancurkan struktur klub hingga ke akarnya.

Sejumlah pakar hukum olahraga memprediksi beberapa skenario sanksi terberat yang bisa dijatuhkan kepada Manchester City:

  1. Pengurangan Poin Masif: Pemotongan puluhan poin secara langsung pada musim berjalan yang berpotensi melempar klub ke jurang degradasi.

  2. Pencopotan Gelar Juara: Pembatalan serta pencabutan seluruh trofi Liga Premier yang diraih selama sembilan musim periode pelanggaran.

  3. Eksklusi Total: Dikeluarkan secara paksa dari keanggotaan kompetisi Liga Premier Inggris (expulsion).

Kasus ini tidak hanya menjadi ujian terbesar bagi Manchester City, tetapi juga menjadi penentu masa depan serta integritas penegakan hukum dalam industri sepak bola modern.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Abdurahman
Reporter
Abdurahman
Abdurahman